Text
Pengaruh Kurs, Impor,Suku Bunga SBI, dan Jumlah Uang, Beredar Terhadap Inflasi di Indonesia Periode Triwulan I 2002 - Triwulan IV 2012
ABSTRAK
Marhama Marhabang, Stambuk C 101 10 104, dengan judul Skripsi “Pengaruh Kurs, Impor, Suku Bunga SBI, dan Jumlah Uang Beredar terhadap Inflasi di Indonesia Periode Triwulan I 2002 – Triwulan IV 2012” di bawah bimbingan bapak Haerul Anam sebagai pembimbing utama dan bapak Moh.Ahlis Djirimu sebagai pembimbing pendamping.
Inflasi merupakan gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung secara terus-menerus. Dari pengertian tersebut, maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga-harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia ini selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan suatu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh kurs, impor, suku bunga SBI dan jumlah uang yang beredar terhadap inflasi di Indonesia periode triwulan I 2002 – triwulan IV 2012.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode ARCH dan GARCH, dengan dibantu program komputer Eviews 6. Sumber data diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menggunakan model EGARCH yang menunjukkan bahwa secara serempak (bersama-sama) semua variabel independen (kurs, impor, suku bunga SBI dan jumlah uang yang beredar) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (inflasi) di Indonesia. Sedangkan secara parsial variabel kurs, impor, dan suku bunga SBI berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia, berbeda dengan variabel jumlah uang beredar yang berpengaruh negatif tetapi signifikan terhadap inflasi di Indonesia.
Kata kunci : Kurs, Impor, Suku bunga SBI, Jumlah uang beredar, Inflasi.
Tidak tersedia versi lain