Text
Analisis Perkembangan Industri Kain Tenun Donggala Di Kota Palu.
ABSTRAK
SRI ANI C 101 14 158 “Analisis Perkembangan Industri Kain Tenun Donggala Di Kota Palu”. Pembimbing Utama Dr. Eko Jokolelono, SE.,M.Si, Pembimbing Pendamping Nudiatulhuda Mangun, SE.,M.Si
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkembangan industri kain tenun Donggala dan apa faktor penghambat dan pendukung industri kain tenun Donggala di Kota Palu. Tempat penelitian di Kota Palu dengan sampel 6 pengrajin aktif dengan tipe penelitian bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan usaha industri kain tenun Donggala di Kota Palu sejak tahun 1986-2012 sebanyak 21 pengrajin. Pada tahun 2012-2017 banyak pengrajin yang meninggalkan usaha kain tenun. Pengrajin kain tenun Donggala saat ini ada 6 orang karena berbagai alasan seperti misalnya sudah berkeluarga, ikut suami merantau, urus anak dan banyak lagi alasan yang membuat pengrajin berhenti. Dari perkembangan produksi yang 6 orang terus mengalami peningkatan yang tiap 3 bulan menghasilkan produk 11 sampai 15 meter. Analisis SWOT Faktor pendorong yaitu: 1) Memiliki Kualitas Kain Tenun Yang Baik, 2) Memiliki Nilai Sejarah, 3) Ketahanan Produk, 4) Menjadi Daya Tarik Para Turis Yang Berkunjung Di Kota Palu, 5) Adanya Inovasi Terhadap Produk, 6) Adanya Bantuan Peralatan Dan Pelatihan Dari Pemerintah, 7) Adanya Izin Usaha Dari Pemerintah, 8) Memiliki Ciri Khas Dalam Produknya, 9) Mengikuti Pameran, 10) Pemerintah Mendukung Untuk Menggunakan Kain Tenun Buat PNS Pada Hari Tertentu. Sedangkan faktor penghambat yaitu: 1) Teknologi Yang Digunakan Masih Sederhana (ATBM), 2) Bahan-Bahan Masih Import, 3) Lokasi Usaha Yang Tidak Strategi, 4) Harga Produk Yang Tinggi, 5) Modal Masih Terbatas, 6) Terbatasnya Bahan Baku, 7) Kenaikan Harga Bahan Baku Kain Tenun, 8) Minimnya Peminat Kain Tenun Donggala, 9) Semakin Maraknya Kain Tenun Dan Pakaian Modern Yang Lebih Bagus Dan Menarik, 10) Daya Beli Masyrakat Yang Kurang.
Kata Kunci: analisis perkembangan, analisis SWOT
Tidak tersedia versi lain